Kata Mereka Ini Pengantin Terkocak Sepanjang Sejarah

 


Hola! Sudah baca kan cerita tentang pernikahan kami (Buya dan saya) pada 23 Juli 2022? Kalau belum baca, ini beberapa cerita yang bisa kalian simak:

Cerita Prewed Yang Haha Hihi.

Cerita (Desain) Undangan Koran dan Aksara Lota (Sodho).

Mendi Belanja Dalam Tradisi Suku Ende.

Rempongnya Menyiapkan Souvenir dan Snack.

Keseruan Malam Deba dan Malam Pacar.

Gempa Mengiringi Persiapan Akad Nikah.

Seperangkat Alat Shalat dan Uang Rp 23.722.

Saya belum menceritakan beberapa detail tentang pakaian adat yang kami pakai saat akad nikah. Langsung saja, setelah akad nikah dan jeda shalat Maghrib, acara dilanjutkan dengan resepsi. Mengganti pakaian adat dengan gaun simpel, wajah saya di-retouch sama Kakak Yara beberapa saat, lalu berdiri di pintu masuk Auditorium H. J. Gadi Djou untuk turut menyambut tamu. Alhamdulillah gara-gara Covid-19 kami tidak perlu cipika-cipiki sama tamu 😂 cukup salam berjarak.





Malam itu, mengiringi kemeriahan resepsi pernikahan tampil Teater Mata Community (TMC) dengan MC Oston alias Mister Woralaus, dengan para penari yang mengantar pengantin ke pelaminan oleh penarinya Kakak Rikyn Radja. Tidak ada yang harus anggun, karena kami menginginkan acara resepsi yang kocak dan penuh tawa. Bukankah memang demikian suatu perayaan? Haha. Kalau akad nikah sih tidak boleh kocak, karena itu sakral.



Hadir Bapak Lori Gadi Djou, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores, menyampaikan kata sambutan yang mengundang tawa. Do'a makan oleh Buya yang juga tidak kalah kocak bikin yang hadir terpingkal-pingkal saking singkatnya. Stand up comedy oleh Habibi Salim Djohar tentang filosofi kopi dan sperma haha. Itu belum cukup? Belum! Semua keponakan saya punya acara sendiri, penyerahan kado dengan kado utama tissue magic dan test pack! Aduw, sakit pipi saya gara-gara ngakak. 

Usai makan malam, acara dilanjutkan dengan penyerahan kado-kado, gawi bersama dan acara bebas, pun foto bersama. Tidak ada acara potong kue dan saling suap segala hahaha. Memang acara yang to the point. Karena memang itu maunya saya.

Terima kasih semua yang sudah memberi kado. Terima kasih teman-teman Rumah Smunsen 97 yang meminta Buya melingkarkan sebentuk cincin dengan cetak huruf H 😀 sungguh cincin itu nanti bakal saya gadai kalau dapur kekurangan garam wkkwkwkw.



Ohya, cerita tentang kado dari semua keponakan dan cucu saya bakal saya tulis terpisah. Itu memang betul-betul fenomenal *tutup muka* 😉 Dari gedung acara masih dilanjutkan di rumah tapi jujur pipi saya sudah sakit sekali karena keseringan senyum dan tertawa. 

Alhamdulillah ...

23 Juli 2022 yang penuh cerita.



Cheers.

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak