Efek Ganti Domain Harus Rajin Ganti Internal Link

 


Akhir tahun lalu domain lama saya expired karena terlambat membayar biaya perpanjangan. Harus terima dengan lapang dada. Maka dari itu, saya menghubungi Om Bisot untuk domain baru. Dengan ramuan dan sentuhan magic, jadilah tuteh[dot]com ini. Jujur saya lebih suka domain baru yang jauh lebih singkat. Sama halnya dengan tampilan yang jauh lebih sederhana. Rasa-rasanya hampir semua template sudah pernah saya coba. Yang satu ini tampilannya telah memenuhi keinginan saya untuk tampilan blog pribadi. 

Mereka telah Bangkit Dari Cengkeraman Covid-19!

Namun mengganti domain selalu punya efek. Selalu ada resiko. Salah satunya adalah kesulitan mesin pencari menuju domain baru. Butuh waktu syalala 😏 Salah duanya adalah mengganti internal link.

Apa itu internal link?

Internal link adalah link atau tautan akan suatu artikel pada situs/blog yang sama dengan artikel yang dibaca. Internal link pada Blogpacker alias blog ini biasanya tercantum setelah paragraf pertama dan sebelum paragraf terakhir. Atau, pada paragraf yang memang butuh dukungan artikel lain yang telah lebih dulu ditulis.

Saya sudah ngeblog sejak tahun 2002/2003. Mulai pakai TLD sekitar dua atau tiga tahun lalu. Alhamdulillah. Iya, alhamdulillah cuma dua atau tiga tahun. Bayangkan kalau sejak 2002/2003 sudah pakai TLD terus sekarang ganti domain ... bisa sinting sendiri. Tapi, bisakah kalian bayangkan berapa banyak internal link yang harus saya ganti? Ya banyak! Karena setiap artikel setidaknya ada dua internal link

Yihaaaaaaaaaaaaaaaaa ... 😂💃

Kerja keras.

Tidak ngoyo, tidak setiap hari, sesekali saya buka artikel lama yang menggunakan domain lama untuk mengganti internal link

Kami Spesialis Belakang Layar nih.

Artikel ini memang tidak panjang. Seharusnya pun sudah saya tulis sejak awal mengganti domain. Baru sekarang bisa saya tulis. Gara-gara mulai kepikiran sama jumlah pengunjung yang miris sekali melihatnya 👻 Kayak hantu ... (nyaris) tidak terlihat. Tapi tidak apa-apa lah, namanya juga perubahan, dan perubahan selalu butuh waktu untuk diterima dan disesuaikan. Yang jelas semangat menulis tetap menyala. Karena menulis itu baik bagi kesehatan otak saya xixixi 😄


Cheers.

2 Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

  1. Ya ampun Mba Tuteh, makanya aku sempet nyari mana blogpacker, ternyata udah ganti ke domain ini ya

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak