#PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

*** 

#PDL Merawat Bumi Merupakan Bagian dari Merawat Akal. Saya bukan orang yang paling rajin berhubungan dengan tanaman/tumbuhan, tapi termasuk orang yang suka banget sama tanaman/tumbuhan. Meskipun, untuk tanaman sekelas bunga mawar, tidak telaten merawatnya. Hahaha. Eits, jangan salah, puluhan pot daun sop, cabe, dan tomat, pernah menjadi bagian hidup saya dan tetangga. Alhamdulillah, apa yang saya lakukan serta hasilnya dapat bermanfaat tidak bagi saya dan keluarga tetapi juga orang lain. Ingat nasihat Ali bin Abhi Thalib. Inti dari nasihat beliau adalah berbagi harta kekayaan. Daun sop juga termasuk harta kekayaan, ilmu pun demikian, itu pendapat pribadi saya. Hehe.

Baca Juga: #PDL BAT Dan Kelas-Kelas Blogging Yang Mereka Bangun

So, hari ini, pos singkat soal #PDL, saya cuma mau bercerita bahwa dulu di masa awal Flores Pecinta Alam (FLOPALA), Mapala-nya Universitas Flores (Uniflor), sering banget ikut kegiatan penghijauan. Ada yang kerja sama bareng Taman Nasional Kelimutu, ada pula atas inisiatif FLOPALA sendiri. Salah satunya adalah menanam anakan pohon di area belakang Kampus III Uniflor. Waktu itu hujan, tapi kami tetap menjalankan niat. Fotonya bisa kalian lihat di awal pos. Satu-satunya foto yang masih tersimpan di laptop.

Menanam pohon/tanaman/tumbuhan merupakan salah satu perbuatan merawat bumi. Siapa pun bisa merawat bumi misalnya dengan memperbanyak tanaman/tumbuhan, tidak membuang sampah di sembarang tempat, termasuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang saya tulis memang terlihat sepele, tapi percayalah, kalau dilakukan oleh seperempat saja penduduk bumi, luar biasa hasilnya. Kita tentu sudah jengah dengan segala macam kejadian pembakaran hutan, pencurian kayu/pohon, sampai biota laut yang mati terlilit sampah plastik. Sudah seharusnya kita semua berkewajiban merawat bumi, sebagai bagian dari merawat akal.

Apa kolerasi merawat bumi dengan merawat akal?

Sebagai satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan akal, sudah seharusnya manusia mampu menggunakan akalnya, perasaannya, dengan sebaik-baiknya. Tidak ada seorang pun yang akalnya 'jalan' mau membuang kasur bekas di got ketika hujan deras datang. Jika akalnya 'jalan' dia lebih memilih mendaur ulang kasur bekas itu, atau meletakkannya di pinggir jalan pada hari truk sampah datang mengangkut. Semua orang tentu tidak ingin bumi kehilangan paru-parunya. Meskipun tidak bisa menciptakan paru-paru utama, paru-paru kecil di rumah pun dapat menolong bumi yang semakin menua. Percayalah, ketika kita mulai merawat bumi, kita juga merawat akal.

Baca Juga: #PDL Pernah Menulis Begitu Banyak Puisi di Blog Puisi

Semoga pos #PDL hari ini bermanfaat, ya. Setidaknya mulai sekarang kalian juga mulai menanam daun sop. Hahaha. Banyak perkara sederhana, yang dipandang sepele oleh orang lain, namun sebenarnya itu bermanfaat. Mumpung weekend, ayo berkebun!

#PDL
#Jum'at



Cheers.

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak