Saya Kembali Karena Neraka Semakin Sesak

 


Judul yang sangat 'tidak banget' tapi asyik juga ha ha ha. Hello! Apa kabar kalian semua? Semoga bebaek sa. Masih belum mood menulis di blog. Tepatnya karena ada saja pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi, gara-gara Sabtu kemarin mentutor perwakilan mahasiswa program studi di Universitas Flores (Uniflor) belajar blog, ada kerinduan yang menendang-nendang. Begitu log in di Blogger, langsung kepikiran mengganti tema/template. Bagaimana kelihatannya? Sangat ramai bukan? Sesekali lah. Nanti kalau mata sudah sakit, saya ganti lagi ke tema yang lebih clean.


Sejauh ini banyak yang terjadi dalam hidup saya. Kita mulai dengan kebencian pada Covid-19 yang mengakibatkan permusuhan. Tetapi saya sadar, kita tidak bisa memusuhi Covid-19 melainkan harus berdamai dengannya. Bagaimana caranya? Klise, sudah kalian ketahui sejak tahun 2020. Patuhi protokol kesehatan! Jaga jarak aman, memakai masker, rajin mencuci tangan, dan seterusnya. Ini memang remeh, sekali lagi ... remeh, tetapi maha penting. Jangan lupa berdoa pada Tuhan, semoga Covid-19 lekas pergi. Doa yang sama sejak 2020, tapi jangan bosan, ya!


Kemudian, adanya pembatasan ini itu menyebabkan saya tidak mungkin bepergian terlalu jauh sehingga blog sebelah menjadi lebih sepi. Giliran ada liburan panjang, perbatasan antar kabupaten dijaga dengan maha ketat. Tetapi itu cukup menguntungkan karena saya bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda, membikin vlog Mari Makan! dan bermain gitar sepuasnya.



Antara Januari sampai Mei 2021, saya diminta untuk menjadi pemateri Literasi Digital oleh Ende Creative Millenial yang digawangi dua mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi (FTI): Dorte dan Ria. Karena masih dalam masa pandemi, maka kegiatan itu dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom. Terus, saya juga diminta oleh BEM FTI untuk menjadi juri Lomba Vlog. Bolehlah hihihi. Sama juga, karena masih pandemi ngejuri a la daring juga. Cukup menonton video yang diunggah ke Youtube, dan memberikan penliaian. Sedangkan pelatihan pengelolaan blog prodi dilakukan secara luring, tetapi tetap memerhatikan protokol kesehatan.


Masih banyak orang yang terus belajar blog. Sampai dengan saat ini.


Menjadi Koordinator Tim Kreatif Uniflor 2021 berimbas pada kemampuan mendesain flyer yang cukup meningkat meskipun masih memakai template milik Canva. Asyik juga ternyata bisa memodifikasi banyak hal dari template bawaan. Oh ya, salah satu tugas tim kami adalah merekam Cerita Dari Serambi Uniflor outdoor. Foto setelah kegiatan, nampang di awal pos ini.


Nah, Ramadhan kemarin, beberapa hari sebelum Idul Fitri, akhirnya saya mewujudkan impian membikin Pojok Baca/Buku di rumah. Letaknya tepat di depan kamar. 



Tidak semua buku muat di rak mini itu, tapi setidaknya lemari pakaian mulai dapat diisi lebih banyak baju karena buku-buku sudah dipindah ke sini, sebagiannya. Hehehe. Yang membikin saya senang melihat Pojok Baca ini adalah setiap kali ada orang yang datang ke rumah, mereka pasti melihat-lihat dan bahkan duduk membaca selembar dua lembar. Untuk meminjamkan masih saya pikir-pikir dulu karena banyak orang yang masih belum bisa menghargai buku kalau meminjam: ada lipatan halaman, kucel, bahkan hilang. 


Apa lagi yang ingin saya ceritakan? Secara garis besar sih sudah. Urusan perasaan biar saya, Maha Patih Gajah Mada, dan dinosaurus saja yang tahu. Ha ha ha. Yang jelas, saya masih mempertimbangkan apakah tema harian masih akan terus saya pakai ... atau ... tidak. Nantilah setelah selesai semedi. Yang jelas, saya tidak mungkin tidak nge-blog. Untuk konsisten, kadang tidak bisa memegang janji, tapi saya akan berusaha untuk terus memperbarui tulisan/artikel di blog ini.


See ya!


Cheers.

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak